Desa Penglipuran: Rahasia Kehidupan Tradisional yang Menarik Wisatawan

Desa Penglipuran bersih dan teratur. Desa ini ada di Kabupaten Bangli, Bali, dan terkenal di Indonesia hingga dunia. Wisatawan datang untuk merasakan Bali tradisional. Di tengah modernisasi, desa ini tetap jaga adat, ruang, dan cara hidup penduduk. Inilah rahasia pesona desa ini.
Sejarah dan Asal-Usul Desa Penglipuran
Nama “Penglipuran” berasal dari kata pengeling dan pura. Kedua kata itu artinya mengenang tempat suci leluhur. Masyarakat percaya desa ini dibangun untuk menghormati leluhur di Kintamani.
Sejak dahulu, warga setia pada budaya Bali Aga. Mereka jaga nilai bersama, gotong royong, dan hormat pada alam. Nilai inilah pondasi hidup mereka.
Tata Ruang Desa yang Unik dan Simetris
Desa Penglipuran menarik karena tata ruangnya yang rapi dan simetris. Begitu memasuki desa, pengunjung lihat barisan rumah tradisional. Setiap gerbang (angkul-angkul) seragam dan hadap ke jalan utama.
Beberapa ciri tata ruang:
- Satu jalan utama lurus dari utara ke selatan
- Rumah-rumah di kiri dan kanan jalan, hampir serupa
- Pura utama di utara sebagai pusat spiritual
- Kuburan dan area adat di selatan
Penataan ini bukan hanya soal estetika. Tata ruang itu tunjukkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana).
Rumah Tradisional dan Arsitektur Bali Aga
Rumah di desa ini rancang sesuai arsitektur Bali Aga. Setiap pekarangan ada tempat tidur, dapur, bale adat, dan ruang suci keluarga. Mereka pakai bambu, batu, dan tanah liat sebagai bahan.
Pengunjung bisa lihat:
- Atap dan gerbang yang seragam
- Pekarangan tertata bersih
- Sudut khusus untuk sesajen dan kegiatan agama
Banyak warga buka rumah sebagai homestay. Dengan begitu, wisatawan belajar langsung kehidupan sehari-hari.
Sewa motor bulanan untuk mahasiswa, pekerja dan perantau. Minimal 3 bulan, tanpa deposit.
Lihat motor & hargaBudaya, Adat, dan Kehidupan Sehari-hari
Desa Penglipuran kuat karena jaga budaya dan adat meski ramai wisatawan. Warga rutin lakukan upacara adat, seperti di pura, pernikahan, dan kematian.


